19 October 2026
Apa Itu Doomscrolling? Kenali Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
Oleh DM
Di tengah kemudahan mengakses informasi melalui media sosial, kebiasaan menggulir layar ponsel tanpa henti semakin mudah terjadi. Seseorang yang awalnya hanya ingin membaca berita terbaru bisa berakhir menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengikuti berbagai informasi, termasuk kabar negatif yang memicu kekhawatiran. Kebiasaan ini dikenal sebagai doomscrolling.
Doomscrolling merupakan perilaku mengonsumsi informasi secara terus-menerus, terutama berita atau konten negatif, meskipun informasi tersebut dapat menimbulkan perasaan cemas, takut, atau tidak nyaman. Istilah ini semakin dikenal seiring meningkatnya penggunaan media sosial sebagai salah satu sumber informasi sehari-hari.
Mengapa Doomscrolling Bisa Terjadi?
Salah satu penyebabnya adalah keinginan untuk selalu mengetahui perkembangan terbaru. Ketika terjadi suatu peristiwa, seseorang mungkin merasa perlu terus mencari informasi agar tidak tertinggal kabar. Namun, keinginan tersebut dapat berubah menjadi kebiasaan berulang yang sulit dihentikan.
Selain itu, platform media sosial menyediakan aliran konten yang terus diperbarui. Setelah membaca satu berita, pengguna dapat langsung menemukan informasi lain yang masih berkaitan. Tanpa batasan waktu yang jelas, aktivitas tersebut bisa berlangsung lebih lama daripada yang direncanakan.
Rasa penasaran dan kekhawatiran terhadap suatu peristiwa juga dapat membuat seseorang terus mencari informasi, bahkan ketika membaca lebih banyak berita tidak lagi memberikan ketenangan.
Apa Dampak Doomscrolling bagi Kesehatan Mental?
Paparan berulang terhadap informasi negatif dapat memengaruhi suasana hati dan meningkatkan kecemasan pada sebagian orang. Berita tentang konflik, bencana, kekerasan, atau berbagai persoalan sosial dapat membuat seseorang merasa khawatir terhadap keadaan di sekitarnya.
Doomscrolling juga berpotensi mengganggu waktu istirahat, terutama ketika dilakukan menjelang tidur. Kebiasaan terus membaca informasi di ponsel dapat membuat seseorang menunda waktu tidur dan mengurangi durasi istirahatnya.
Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini dapat menyita waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja, belajar, berinteraksi dengan orang lain, atau melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat. Meski demikian, dampaknya dapat berbeda pada setiap orang dan tidak semua orang yang sering membaca berita negatif mengalami gangguan kesehatan mental.
Bagaimana Cara Mengatasi Doomscrolling?
Mengurangi doomscrolling dapat dimulai dengan menetapkan batas waktu penggunaan media sosial. Pengguna bisa menentukan waktu khusus untuk membaca berita dan menghindari kebiasaan membuka aplikasi secara berulang tanpa tujuan yang jelas.
Memilih sumber informasi yang tepercaya juga penting agar seseorang tidak terus berpindah dari satu unggahan ke unggahan lain yang belum tentu akurat. Selain itu, mematikan notifikasi yang tidak diperlukan dapat membantu mengurangi dorongan untuk terus memeriksa ponsel.
Ketika merasa mulai kewalahan dengan informasi yang dibaca, mengambil jeda dari layar bisa menjadi langkah sederhana. Waktu tersebut dapat digunakan untuk berjalan santai, berolahraga ringan, berbincang dengan keluarga, atau melakukan kegiatan lain yang membantu mengalihkan perhatian.
Menjelang tidur, membatasi penggunaan ponsel juga dapat membantu menjaga rutinitas istirahat. Tidak semua informasi harus diketahui pada saat itu juga, terutama jika informasi tersebut tidak membutuhkan tindakan segera.
Bijak Mengonsumsi Informasi di Era Digital
Mengikuti perkembangan berita merupakan bagian penting dari kehidupan di era digital. Namun, memperoleh informasi tidak berarti harus terus-menerus terhubung dengan media sosial atau membaca setiap kabar yang muncul di layar.
Mengenali batas diri, memilih informasi secara bijak, dan menyediakan waktu untuk beristirahat dapat membantu menjaga keseimbangan dalam menggunakan teknologi. Dengan begitu, media sosial tetap dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi tanpa harus mengorbankan kenyamanan dan kualitas kehidupan sehari-hari.