23 September 2026
Bukan Cuma Anak Muda, Orang Tua Juga Butuh Me Time
Oleh SA
KOTA SERANG - Menjadi orang tua sering kali membuat seseorang terbiasa mendahulukan kebutuhan orang lain. Sejak bangun pagi, pikiran sudah dipenuhi urusan rumah, anak, pekerjaan, pasangan, hingga berbagai hal kecil yang harus diselesaikan. Bahkan ketika anak-anak sudah mulai dewasa, kebiasaan untuk selalu memikirkan keluarga sering tetap terbawa.
Di tengah kesibukan tersebut, meluangkan waktu untuk diri sendiri terkadang justru menimbulkan rasa bersalah. Pergi bersama teman, duduk santai menikmati kopi, berolahraga, melakukan perawatan diri, atau sekadar tidur tanpa gangguan bisa terasa seperti sebuah kemewahan. Padahal, me time bukan hanya milik anak muda.
Bagi orang tua, me time tidak harus berarti pergi berlibur atau menghabiskan banyak uang. Bentuknya bisa sangat sederhana. Membaca buku di sore hari, berkebun, memasak makanan favorit, mengikuti kegiatan komunitas, berjalan pagi, menonton film, atau bertemu sahabat lama juga bisa menjadi waktu untuk menikmati kehidupan di luar rutinitas keluarga.
Pertemanan pun menjadi salah satu bagian yang sering terlupakan ketika seseorang semakin sibuk dengan keluarga. Dahulu mungkin mudahc mengatur waktu untuk bertemu teman. Setelah menikah dan memiliki anak, jadwal mulai sulit disatukan. Pertemuan yang dulu dilakukan setiap minggu perlahan berubah menjadi beberapa bulan sekali.
Namun, memiliki ruang untuk tetap berteman juga penting. Kadang orang tua membutuhkan percakapan yang bukan tentang tagihan rumah, sekolah anak, pekerjaan, atau persoalan keluarga. Bertemu teman sebaya, bercanda, mengenang cerita lama, atau sekadar makan bersama bisa memberikan suasana berbeda di tengah rutinitas.
Me time juga bukan berarti menjauh dari keluarga. Justru ketika seseorang memiliki kesempatan untuk beristirahat dan melakukan hal yang disukai, ia bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan perasaan yang lebih segar. Memberikan waktu untuk diri sendiri tidak mengurangi peran seseorang sebagai ayah, ibu, suami, atau istri.
Terlebih ketika anak mulai beranjak dewasa dan memiliki kesibukannya sendiri. Pada fase ini, orang tua juga bisa kembali menemukan bagian dari dirinya yang mungkin sempat tertunda. Ada yang kembali menekuni hobi, aktif dalam komunitas, berolahraga, membangun usaha, belajar sesuatu yang baru, atau lebih sering bertemu teman.
Tidak ada batas usia untuk menikmati hidup di luar rutinitas. Menjadi orang tua memang sebuah peran besar, tetapi seseorang tetap memiliki kebutuhan, kesukaan, pertemanan, dan impiannya sendiri.
Jadi, ketika sesekali ingin pergi ngopi bersama sahabat, menikmati waktu sendirian, melakukan perawatan diri, atau sekadar tidak melakukan apa-apa selama beberapa jam, tidak semuanya harus dianggap sebagai kegiatan yang sia-sia.
Sebab setelah bertahun-tahun menyediakan waktu untuk banyak orang, orang tua juga berhak menyediakan sedikit waktu untuk dirinya sendiri.