12 October 2026
Festival Literasi Banten 2026 Sukses Digelar, Dorong Budaya Baca Menuju Generasi Indonesia Emas
Oleh GV46
Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI resmi menggelar Festival Literasi Provinsi Banten Tahun 2026. Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 8 hingga 10 Oktober 2026, ini bertempat di Halaman Gedung Negara (Pendopo Lama), Alun-Alun Kota Serang. Mengusung tema filosofis “Membaca Banten, Menulis Masa Depan”, festival ini juga menjadi bagian dari rangkaian kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Banten.
Kegiatan tahunan ini dirancang sebagai ruang temu inklusif bagi masyarakat, pegiat literasi, penulis, penerbit, hingga para pencinta buku untuk merayakan semangat kecakapan literasi. Upacara pembukaan yang berlangsung pada hari Kamis (8/10/2026) dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Polda Banten, Kejaksaan Tinggi Banten, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta para Bunda Literasi dari berbagai kabupaten dan kota di wilayah Banten. Kehadiran para tokoh penting ini menegaskan komitmen kolektif dalam memperkuat pondasi pendidikan daerah.
Kepala Perpustakaan Nasional RI yang turut hadir memberikan dorongan moral serta memaparkan data krusial mengenai perkembangan indeks literasi lokal.
Tercatat, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Banten tahun 2025 berada pada angka 48,59, sedangkan tingkat kegemaran membaca masyarakat telah mencapai 56,53. Guna mempercepat peningkatan angka tersebut, pemerintah pusat melalui Perpusnas menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik senilai Rp5,2 miliar serta mendistribusikan hampir setengah juta buku ke 495 titik strategis di Banten.
"Literasi bukan beban, tetapi investasi masa depan. Menjadikan literasi sebagai bagian dari gaya hidup akan melahirkan fondasi masyarakat Banten yang hebat dan berdaya saing global," ujar Kepala Perpusnas dalam pernyataan resminya di panggung utama festival. Senada dengan hal itu, pihak penyelenggara menekankan bahwa kecakapan literasi modern saat ini tidak lagi terbatas pada kemampuan membaca dan menulis konvensional saja, melainkan mencakup kemampuan menyaring informasi secara kritis serta berinovasi di era digital.
Selama tiga hari penyelenggaraan, para pengunjung disuguhi beragam agenda edukatif dan rekreatif yang memikat mata. Mulai dari bazaar buku murah, lokakarya penulisan, workshop kreatif literasi digital bertajuk "Dari Ide Jadi Konten", hingga lomba bertutur tingkat provinsi yang melahirkan talenta-talenta muda berbakat. Panggung seni juga dimeriahkan oleh penampilan deretan sastrawan dan pegiat literasi ternama Banten seperti Rahmat Heldy HS, Firman Venayaksa, Peri Sandi Huizche, hingga sesi Literacy Music Night bersama musisi Panji Sakti.
Festival Literasi Provinsi Banten 2026 akhirnya ditutup dengan optimisme tinggi dari seluruh elemen yang terlibat. Melalui kolaborasi erat antara pemerintah, pegiat komunitas perempuan, kelompok tani, hingga masyarakat nelayan, kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial belaka. Acara ini sukses memicu gerakan akar rumput yang berkelanjutan demi menumbuhkan generasi literat yang siap membawa Provinsi Banten bersinar di masa depan.