04 October 2026
Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily di HUT ke-26 Banten: Daerah Tangguh, Fondasi Indonesia Kuat
Oleh AA
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., menjadi salah satu figur penting dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Banten, Minggu, 4 Oktober 2026.
Peringatan hari jadi tersebut ditandai dengan Rapat Paripurna DPRD Provinsi Banten yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Palima, Curug, Kota Serang.
Kehadiran Gubernur Lemhannas RI membawa perspektif strategis dalam momentum perjalanan 26 tahun Provinsi Banten, yakni pentingnya menempatkan pembangunan daerah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan dan ketahanan nasional.
Ace Hasan secara konsisten menegaskan bahwa ketahanan daerah merupakan bagian integral dari ketahanan nasional. Menurutnya, daerah tidak semata-mata harus mampu mengelola pemerintahan dan pembangunan, tetapi juga harus memahami posisinya sebagai bagian dari sistem nasional serta mampu merespons perubahan lingkungan strategis global. Pandangan tersebut disampaikan Ace dalam penutupan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah pada September 2026.
Banten Memiliki Posisi Strategis
Bagi Ace Hasan, Banten memiliki arti strategis, baik dalam perspektif geopolitik, ekonomi, sosial maupun ketahanan nasional. Letaknya yang menjadi gerbang Pulau Jawa, keberadaan kawasan industri, jalur logistik dan konektivitas nasional, potensi kemaritiman serta jumlah penduduk yang besar menjadikan Banten salah satu daerah penting dalam menopang kekuatan nasional.
Terlebih, Ace Hasan memiliki kedekatan historis dengan Banten. Profil resmi Lemhannas RI mencatat dirinya lahir dan tumbuh dalam lingkungan Banten serta tradisi pesantren sebelum kemudian menempuh perjalanan pendidikan dan pengabdian pada tingkat nasional.
Dalam perspektif ketahanan nasional, kemajuan Banten karenanya tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi ataupun pembangunan infrastruktur. Pembangunan perlu sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesejahteraan, ketahanan pangan, daya saing ekonomi, stabilitas sosial, serta kemampuan daerah menghadapi perubahan global.
“Ketahanan daerah merupakan bagian integral dari ketahanan nasional.”
Pesan tersebut menjadi relevan dalam perjalanan Banten memasuki usia ke-26. Daerah yang kuat, menurut perspektif Lemhannas RI, akan menjadi penyangga bagi terwujudnya bangsa yang kuat dan berdaulat.
DPRD dan Pemerintah Daerah Harus Menjadi Kekuatan Kolaboratif
Ace Hasan juga menempatkan DPRD sebagai bagian strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Dalam forum pimpinan DPRD se-Indonesia pada April 2026, Gubernur Lemhannas RI menegaskan bahwa DPRD tidak hanya menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, tetapi juga memiliki peran menjaga harmoni antara kepentingan nasional dengan aspirasi masyarakat di daerah.
Semangat tersebut menjadi penting dalam momentum HUT Provinsi Banten. Pemerintah daerah dan DPRD dituntut membangun kolaborasi yang semakin kuat agar setiap kebijakan publik, penganggaran dan program pembangunan dapat memberikan manfaat konkret kepada masyarakat.
Ace juga pernah menegaskan bahwa DPRD harus menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan daerah berjalan selaras dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Banten Harus Adaptif terhadap Perubahan Global
Dalam berbagai forum Lemhannas RI, Ace Hasan mengingatkan bahwa pembangunan daerah saat ini tidak dapat dilepaskan dari perubahan geopolitik global.
Persaingan antarnegara, ketidakpastian ekonomi, perkembangan teknologi, ketahanan energi dan pangan hingga perubahan lanskap geopolitik dapat berdampak langsung terhadap kondisi nasional maupun daerah.
Pada September 2026, Ace menegaskan bahwa dinamika geopolitik global akan memengaruhi ketahanan nasional dan menuntut Indonesia memiliki kemampuan untuk berdiri di atas kekuatan sendiri.
Karena itu, momentum 26 tahun Banten dapat menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi untuk membangun daerah yang semakin adaptif, produktif, inklusif dan tangguh.
Dari Banten untuk Indonesia
HUT ke-26 Provinsi Banten pada akhirnya bukan hanya momentum mengenang perjalanan pembentukan sebuah provinsi, tetapi juga kesempatan meneguhkan kontribusi Banten terhadap masa depan Indonesia.
Dengan kekuatan sejarah, budaya, keagamaan, industri, sumber daya manusia dan posisi geografisnya, Banten memiliki modal besar untuk menjadi salah satu simpul pertumbuhan sekaligus simpul ketahanan nasional.
Pesan yang dibawa Gubernur Lemhannas RI menjadi semakin relevan: Indonesia yang tangguh harus dibangun dari daerah-daerah yang tangguh.
Banten, pada usia ke-26, memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa kemajuan daerah bukan hanya tentang seberapa cepat pembangunan dilakukan, tetapi seberapa besar pembangunan itu memperkuat masyarakat, mengurangi kesenjangan dan memberikan kontribusi bagi kepentingan nasional.
Dari Banten, semangat ketahanan itu terus diperkuat. Dari daerah, fondasi Indonesia yang lebih kuat menuju Indonesia Emas 2045 dibangun.