21 October 2026
Juri IKAL Lemhannas RI Sentil Generasi Muda di Grand Final Kang Nong Kabupaten Serang 2026: Nasionalisme Jangan Berhenti di Seremoni!
Oleh AA
Ajang Grand Final Kang Nong Kabupaten Serang 2026 tidak hanya menjadi panggung penampilan, kecerdasan, dan pesona generasi muda. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi ruang refleksi tentang sejauh mana nilai-nilai kebangsaan benar-benar hidup dalam karakter dan perilaku generasi penerus bangsa.
Sorotan tersebut mengemuka ketika Hj. Asih Kurnianingsih, S.E., M.M., yang akrab disapa Ambu Asih, hadir sebagai salah satu dewan juri dari unsur DPA IKAL Lemhannas RI. Dalam sesi penilaian, Ambu Asih mengangkat pertanyaan mendasar mengenai pemahaman dan implementasi nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika kehidupan generasi muda.
Pertanyaan itu menjadi penting ketika perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, serta pengaruh budaya global semakin membentuk pola pikir, identitas, dan cara generasi muda memandang bangsanya sendiri.
Ambu Asih: Generasi Muda Harus Lebih dari Sekadar Hafal Pancasila
Dalam perspektif kebangsaan, Ambu Asih menekankan pentingnya membangun kesadaran bahwa nasionalisme tidak cukup diwujudkan melalui simbol, slogan, ataupun kegiatan seremonial.
“Generasi muda hari ini tidak cukup hanya mengenal Pancasila, menghafal semboyan Bhinneka Tunggal Ika, atau menyatakan cinta kepada Indonesia. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai tersebut hadir dalam cara mereka berpikir, bersikap, mengambil keputusan, dan memperlakukan sesama,” ujar Ambu Asih.
Menurutnya, kemajuan generasi muda harus berjalan beriringan dengan kematangan karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial. Kecerdasan intelektual tanpa kesadaran kebangsaan berpotensi melahirkan generasi yang unggul secara individual, tetapi kehilangan kepekaan terhadap kepentingan bersama.
“Nasionalisme bukan sekadar tentang seberapa lantang seseorang menyatakan cinta kepada Indonesia, melainkan seberapa besar tanggung jawabnya untuk menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Di situlah nilai kebangsaan menemukan maknanya,” ungkapnya.
Ketika Panggung Kang Nong Menjadi Ruang Uji Kesadaran Kebangsaan
Kehadiran perspektif kebangsaan dalam penilaian Grand Final Kang Nong Kabupaten Serang 2026 memberikan dimensi yang lebih substantif terhadap pemilihan duta daerah.
Para finalis tidak hanya diharapkan memiliki kemampuan komunikasi, wawasan budaya, serta kepercayaan diri, tetapi juga mampu menunjukkan pemahaman terhadap persoalan sosial dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Bagi Ambu Asih, Kang Nong memiliki posisi strategis sebagai representasi generasi muda Kabupaten Serang. Gelar yang disandang bukan sekadar bentuk pengakuan atas prestasi personal, melainkan amanah untuk menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Menjadi Kang dan Nong bukan hanya tentang siapa yang paling menarik ketika berdiri di atas panggung. Yang jauh lebih penting adalah siapa yang mampu membawa nilai, menjaga martabat budaya daerah, dan menghadirkan pengaruh positif bagi lingkungannya,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara identitas lokal dan wawasan nasional. Menurutnya, kecintaan terhadap budaya Banten harus menjadi bagian dari penguatan identitas Indonesia, bukan dipandang sebagai dua hal yang terpisah.
Nilai Kebangsaan Diuji di Tengah Tantangan Zaman
Sebagai bagian dari DPA IKAL Lemhannas RI, Ambu Asih memandang bahwa pembentukan karakter kebangsaan merupakan tanggung jawab bersama, termasuk melalui ruang-ruang pengembangan kepemudaan seperti Kang Nong Kabupaten Serang.
Empat Konsensus Dasar Bangsa, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, perlu diterjemahkan menjadi sikap nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai toleransi, kepedulian sosial, gotong royong, integritas, serta kemampuan menghormati perbedaan menjadi indikator penting dalam melihat kualitas kepemimpinan generasi muda.
“Jangan sampai kita melahirkan generasi yang sangat percaya diri berbicara di depan publik, tetapi kehilangan keberanian untuk membela kebenaran, menghargai keberagaman, dan menjaga persatuan. Indonesia membutuhkan generasi yang bukan hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki keteguhan karakter kebangsaan,” tegasnya.
Mahkota dan Selempang Bukan Akhir, Melainkan Awal Pengabdian
Grand Final Kang Nong Kabupaten Serang 2026 menjadi momentum untuk menegaskan bahwa ajang pemilihan duta daerah seharusnya tidak berhenti pada penobatan pemenang.
Para finalis diharapkan mampu menjadi penggerak pelestarian budaya, promosi potensi daerah, pendidikan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan generasi muda.
Ambu Asih berharap para peserta, baik yang berhasil meraih gelar maupun yang belum terpilih, tetap membawa semangat pengabdian dan kepemimpinan dalam perjalanan mereka selanjutnya.
“Mahkota dapat berganti, selempang memiliki masa, tetapi karakter dan pengabdian akan meninggalkan jejak yang jauh lebih panjang. Jadilah generasi yang tidak hanya bangga menjadi bagian dari Indonesia, tetapi juga mampu membuat Indonesia bangga melalui karya dan kontribusinya,” pungkas Ambu Asih.
Melalui Grand Final Kang Nong Kabupaten Serang 2026, pesan kebangsaan tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas generasi muda tidak semata-mata diukur dari kemampuan tampil dan berbicara, melainkan dari kedalaman nilai, kematangan sikap, serta kesediaannya mengambil peran bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.
Sebab pada akhirnya, panggung dapat melahirkan seorang pemenang, tetapi hanya karakter, integritas, dan pengabdian yang mampu melahirkan pemimpin masa depan.