Kenapa Banyak Orang Justru Mendadak Overthinking saat Mau Tidur?

Kenapa Banyak Orang Justru Mendadak Overthinking saat Mau Tidur?

Pikiran yang terasa tenang sepanjang hari terkadang justru menjadi ramai ketika seseorang mulai berbaring untuk tidur. Hal-hal yang sebelumnya tidak terlalu dipikirkan, mulai dari pekerjaan yang belum selesai, percakapan dengan orang lain, hingga kekhawatiran tentang masa depan, tiba-tiba muncul silih berganti.

Kondisi ini kerap disebut sebagai overthinking, yaitu kecenderungan memikirkan sesuatu secara berlebihan dan berulang-ulang. Ketika suasana mulai sepi dan aktivitas berkurang, seseorang memiliki lebih sedikit hal yang mengalihkan perhatiannya. Akibatnya, pikiran yang tertunda selama menjalani kesibukan sehari-hari dapat kembali muncul.

Salah satu hal yang dapat memicu kondisi tersebut adalah stres. Tuntutan pekerjaan, masalah perkuliahan, persoalan hubungan, maupun kekhawatiran mengenai hal-hal yang belum terjadi bisa membuat pikiran tetap aktif meskipun tubuh sudah merasa lelah.

Tidak jarang, seseorang akhirnya terus memikirkan satu persoalan tanpa menemukan jawaban yang jelas. Pikiran kemudian berpindah dari satu kemungkinan ke kemungkinan lain, bahkan membayangkan skenario terburuk yang belum tentu terjadi.

Kebiasaan tersebut dapat mengganggu waktu istirahat. Seseorang mungkin merasa mengantuk, tetapi sulit memejamkan mata karena pikirannya terus bekerja. Jika berlangsung berulang kali, kurang tidur juga dapat membuat seseorang lebih mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan lebih sensitif terhadap tekanan pada keesokan harinya.

Untuk mengatasinya, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dicoba. Salah satunya adalah menuliskan hal-hal yang sedang dipikirkan sebelum tidur. Dengan mencatat persoalan yang belum selesai atau hal yang perlu dilakukan keesokan hari, seseorang dapat membantu mengurangi dorongan untuk terus mengingat semuanya sekaligus.

Membatasi penggunaan ponsel menjelang tidur, menjaga jadwal istirahat yang teratur, serta melakukan aktivitas menenangkan seperti membaca buku atau latihan pernapasan juga dapat membantu tubuh bersiap untuk beristirahat.

Selain itu, penting untuk membedakan antara hal yang dapat dikendalikan dan hal yang berada di luar kendali. Tidak semua persoalan harus diselesaikan saat itu juga, terlebih ketika tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Jika pikiran yang mengganggu terus berulang hingga menghambat tidur dan aktivitas sehari-hari, mencari bantuan profesional dapat menjadi langkah yang tepat.

Overthinking sebelum tidur bukan berarti seseorang selalu memiliki masalah serius. Namun, ketika pikiran terus mengambil alih waktu istirahat, kondisi tersebut layak diperhatikan. Memberi diri sendiri waktu untuk berhenti sejenak, menerima bahwa tidak semua hal harus selesai hari ini, dan membangun rutinitas tidur yang sehat dapat menjadi awal untuk menghadapi hari berikutnya dengan lebih baik.

BAGIKAN ARTIKEL INI

WhatsApp Facebook X