18 September 2026
Kenapa Kita Suka Belanja Online? Ini Alasan di Balik Kebiasaan Konsumen Masa Kini di Kota Serang
Oleh AA
KOTA SERANG � Belanja tanpa keluar rumah kini menjadi pemandangan biasa bagi masyarakat Kota Serang. Cukup membuka ponsel, memilih barang, menggunakan voucher, lalu menunggu paket tiba di depan rumah. Mulai dari pakaian, kebutuhan rumah tangga, makanan, produk kecantikan hingga barang elektronik, semakin banyak pilihan yang dapat diperoleh melalui platform digital.
Perubahan ini memperlihatkan bagaimana teknologi ikut membentuk kebiasaan konsumen di daerah. Kota Serang sendiri terus berkembang sebagai pusat aktivitas pemerintahan, pendidikan, perdagangan dan jasa di Banten. BPS Kota Serang juga memasukkan penggunaan internet dan perdagangan elektronik sebagai bagian dari statistik masyarakat informasi.
*Lalu, mengapa belanja online begitu menarik?*
Salah satu jawabannya adalah kemudahan. Konsumen tidak perlu menghadapi perjalanan, mencari tempat parkir atau berpindah dari satu toko ke toko lainnya hanya untuk membandingkan barang. Dari rumah di Serang, seseorang dapat membandingkan harga dari banyak penjual hanya dalam hitungan menit.
Kemudahan tersebut semakin terasa karena hampir seluruh proses transaksi berada dalam satu perangkat. Mulai dari mencari barang, membaca ulasan, berkomunikasi dengan penjual, melakukan pembayaran hingga memantau pengiriman dapat dilakukan melalui telepon pintar.
Namun, alasan seseorang berbelanja ternyata tidak selalu karena kebutuhan.
Dalam ilmu perilaku konsumen dikenal istilah hedonic value, yaitu nilai kesenangan yang diperoleh seseorang dari pengalaman berbelanja. Inilah yang menjelaskan mengapa aktivitas melihat-lihat produk di marketplace atau menonton live shopping bisa terasa menghibur, meskipun pada awalnya seseorang tidak memiliki rencana membeli sesuatu.
Ada pula utilitarian value, yakni ketika konsumen berbelanja karena pertimbangan manfaat dan efisiensi. Misalnya, seorang warga Serang membutuhkan perlengkapan rumah tangga tertentu. Ia menemukan bahwa barang tersebut lebih mudah dicari secara online, memiliki banyak pilihan harga dan dapat dikirim langsung ke rumah. Dalam situasi ini, belanja online menawarkan nilai praktis.
*Dari �Cuma Lihat-Lihat� Sampai Checkout*
Fenomena lain yang menarik adalah semakin populernya live shopping. Konsumen kini tidak hanya melihat foto dan membaca deskripsi. Mereka dapat menyaksikan host memperagakan produk secara langsung, bertanya melalui kolom komentar, melihat respons pengguna lain hingga memperoleh voucher khusus selama siaran berlangsung.
Interaksi tersebut penting karena dalam transaksi digital terdapat satu hal yang sangat menentukan: kepercayaan. Konsumen tidak memegang barang secara langsung sebelum membeli. Karena itu, ulasan pembeli, rating toko, cara host menjelaskan produk, reputasi penjual dan informasi produk dapat membantu konsumen mengurangi keraguan.
Promosi kemudian menjadi pemicu berikutnya. Tulisan seperti �gratis ongkir�, �voucher terbatas�, �flash sale� atau hitungan mundur promo membuat konsumen merasa harus mengambil keputusan dengan cepat.
Dalam psikologi konsumen, salah satu konsep yang dapat menjelaskan kondisi tersebut adalah scarcity effect. Ketika sebuah kesempatan atau barang dipersepsikan terbatas, konsumen dapat merasa lebih terdorong untuk segera mengambil keputusan.
Karena itu, tidak mengherankan apabila pengalaman yang sering terjadi adalah membuka aplikasi hanya untuk melihat-lihat, memasukkan produk ke keranjang, kemudian akhirnya melakukan checkout setelah melihat potongan harga atau gratis ongkir.