20 October 2026
KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Ratusan Penumpang Berhasil Dievakuasi Selamat
Oleh GV46
Insiden kebakaran terjadi pada Kapal Motor Penumpang (KMP) Batu Mandi milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) saat melintas di perairan sekitar Pulau Merak Besar, Kota Cilegon, Banten, pada Selasa sore, (20/10/2026). Kapal penyeberangan yang bertolak dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, tersebut dilaporkan mendadak mengeluarkan kepulan asap hitam pekat sekitar pukul 16.15 WIB. Peristiwa mencekam ini terjadi tepat ketika kapal sedang melakukan proses olah gerak atau alun sandar menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak.
Menurut informasi dari otoritas pelabuhan, kobaran api pertama kali terdeteksi oleh petugas darat di bagian buritan atau geladak atas belakang kapal yang digunakan untuk memuat kendaraan kecil. Struktur api yang cepat membesar di area parkir kendaraan sempat memicu kepanikan luar biasa di antara ratusan penumpang yang berada di dalam lambung kapal. Asap hitam yang membubung tinggi langsung memenuhi anjungan, memaksa para penumpang bergegas mengenakan jaket pelampung dan berkumpul di dek terbuka untuk menyelamatkan diri.
Proses evakuasi darurat berlangsung dramatis dengan melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Banten, Ditpolairud Polda Banten, BPBD, Lanal Banten, serta unsur pelabuhan. Selain kapal penyelamat resmi seperti KMP Royce 1 dan kapal pemadam KT Teluk Jakarta 302, puluhan perahu nelayan setempat yang berada di sekitar lokasi kejadian juga dengan sigap mendekat untuk membantu memindahkan penumpang. Akibat pekatnya asap, beberapa penumpang bahkan dilaporkan nekat melompat ke laut menggunakan pelampung sebelum akhirnya dievakuasi oleh sekoci petugas.
Pihak manajemen ASDP memastikan bahwa keselamatan jiwa seluruh pengguna jasa merupakan prioritas utama dalam penanganan musibah ini. Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menyampaikan pernyataan resmi terkait kondisi terkini di lapangan.
"Proses penanganan masih berlangsung oleh petugas gabungan dari unsur pelabuhan, Basarnas, dan kepolisian. ASDP mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat pada pukul 17.05 WIB," ujar Windy Andale.
Sementara itu, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih terus bersiaga di Pelabuhan Merak untuk mengamankan lokasi serta melakukan pendataan berkala. Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, menerangkan bahwa fokus petugas saat ini adalah menuntaskan penanggulangan dampak kebakaran dan memeriksa kondisi para korban.
"Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Banten tengah melakukan upaya evakuasi di lokasi kejadian. Hingga saat ini, jumlah korban maupun penyebab kebakaran masih dalam proses pendataan dan penyelidikan lebih lanjut," kata Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea.
Hingga Selasa petang, kepulan asap dari sisa kebakaran masih terlihat di perairan Pulau Merak Besar sembari sejumlah kapal pemadam terus melakukan penyemprotan air guna memastikan api benar-benar padam. Meskipun sempat memicu situasi darurat di perairan, pihak otoritas menegaskan bahwa operasional penyeberangan umum dan aktivitas bongkar muat di dermaga lain di Pelabuhan Merak dipastikan tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.