01 October 2026
Komjen Pol Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si Resmi Menjadi Kapolri
Oleh GV46
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru di Istana Negara, pada Kamis (1/10/2026). Pelantikan ini menandai babak baru kepemimpinan Korps Bhayangkara setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memberikan persetujuan secara aklamasi dalam Sidang Paripurna ke-8. Suyudi menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang kini dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Suyudi Ario Seto merupakan perwira tinggi kepolisian lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994. Sepanjang perjalanan kariernya di kepolisian, ia dikenal memiliki pengalaman yang sangat panjang di bidang reserse dan kepolisian kewilayahan. Sebelum dicalonkan menjadi pimpinan tertinggi Polri, jenderal berbintang tiga ini menduduki jabatan sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak Agustus 2025, di mana ia aktif mengampanyekan pendekatan berbasis sains dan data dalam memberantas peredaran gelap narkotika.
Rekam jejak Suyudi di internal kepolisian diwarnai oleh keberhasilannya dalam menangkap dan mengungkap sejumlah kasus besar yang menarik perhatian publik. Di antaranya adalah penuntasan kasus perampokan dan pembunuhan sadis di Pulomas, penyitaan dua ton sabu dari jaringan internasional, serta keterlibatannya dalam penangkapan pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.
Pengalaman lapangan yang matang inilah yang menjadikannya sebagai figur kuat pilihan Presiden Prabowo untuk memimpin Polri. Tidak hanya tegas di bidang penegakan hukum, pria yang memperoleh gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) di bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara pada awal tahun 2026 ini juga dikenal inovatif. Saat bertugas di wilayah Banten, ia menginisiasi program sosial bertajuk Polisi Peduli Pengangguran (Poliran). Program tersebut didedikasikan untuk memberikan pelatihan kerja bagi korban PHK, pemuda produktif yang menganggur, hingga mantan narapidana agar dapat hidup mandiri.
Dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR RI, Suyudi membawa visi transformasi dengan mengusung doktrin kepemimpinan "Polisi Bersama Masyarakat". Ia berkomitmen penuh untuk menghadirkan perubahan nyata pada institusi Polri dengan berfokus pada pelayanan publik yang ramah, bersih-bersih internal, serta pengamanan ruang digital. Komitmen strategisnya untuk 100 hari pertama meliputi pemberantasan judi daring, penipuan digital, dan pembersihan praktik narkoba.
Usai ditetapkan secara resmi oleh DPR, Suyudi menyampaikan komitmennya untuk mengemban amanah besar ini dengan integritas tinggi demi kepentingan masyarakat luas. "Bagi saya, jabatan Kapolri bukanlah puncak karier, jabatan Kapolri adalah puncak tanggung jawab. Saya ingin keberhasilan Polri kelak dinilai bukan dari banyaknya slogan, aplikasi, operasi, rapat," ujarnya di kompleks parlemen. Ia juga menambahkan, "Pada seluruh masyarakat Indonesia semoga apa yang menjadi amanah nantinya dapat kami laksanakan dengan sebaik-baiknya."