21 October 2026
Lawan ATM, Kabupaten Serang Revitalisasi Forum Kemitraan Lintas Sektor Lewat Hibah Global Fund
Oleh GV46
Asosiasi Dinas Kesehatan Provinsi Banten menggelar Pertemuan Koordinasi Kemitraan untuk memperkuat komitmen lintas sektor dalam Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) menuju target Ending ATM 2030. Kegiatan krusial ini dilaksanakan pada hari Rabu (21/10/2026) bertempat di RM. Saung Ririungan, Kota Serang. Pertemuan ini didanai langsung oleh hibah The Global Fund to fight AIDS, Tuberculosis and Malaria (GF ATM) melalui program Resilient and Sustainable System for Health (RSSH), yang dirancang khusus untuk membangun sistem kesehatan yang tangguh, berketahanan, dan berkelanjutan di Indonesia.
Sejak tahun 2003, Indonesia telah menjadi salah satu mitra strategis yang menerima dukungan dana hibah dari Global Fund dengan total alokasi mencapai USD 1,45 miliar atau setara Rp20,89 triliun hingga tahun 2023. Melalui Kementerian Kesehatan dan berbagai Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), dana ini sukses menyelamatkan lebih dari 20 juta jiwa secara global, termasuk 10 juta jiwa di kawasan Indo-Pasifik, serta mencegah 146 juta infeksi baru sejak 2012. Untuk siklus pendanaan periode 2024–2026, Global Fund kembali menggelontorkan dana komponen ATM senilai USD 295.243.582 (Rp4,25 triliun), dengan rekomendasi kuat agar Indonesia memprioritaskan program RSSH yang bersifat cross-cutting atau saling silang di semua lini program kesehatan.
Upaya eliminasi penyakit menular ini tidak lagi dipandang sebagai tugas medis semata, melainkan tanggung jawab kolektif yang memerlukan peran aktif dari sektor non-kesehatan.
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Kementerian Kesehatan terus menegaskan bahwa efektivitas penanggulangan ATM di daerah sangat bergantung pada revitalisasi keterlibatan nyata jajaran pemerintah daerah dan mobilisasi masif dari sektor non-pemerintah.
Dalam agenda yang berlangsung dari pagi hingga siang hari tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang membuka sesi dengan memaparkan penguatan kemitraan dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah. Pemateri selanjutnya Sekretaris Dinsos Kab. Serang terkait dukungannya dalam PP ATM seperti Aktivasi JKN PBI bagi pasien ATM yg masuk desil 1-4, bantuan nutrisi dan terkait lainnya. Langkah ini kemudian dipertajam oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Serang yang menyajikan analisis situasi epidemiologi bersumber dari data integrasi SIHA, SITB, dan e-Sismal.
Dinkes dan Bapperida menyelenggarakan pertemuan kemitraan dan lintas sektor termasuk diantaranya sektor swasta utk terlibat bersama dalam pelaksanaan program PP ATM melalui perencanaan program dan penganggaran.
Pertemuan koordinasi ini menghasilkan keluaran penting berupa Surat Pernyataan Kesepakatan bersama yang akan diterapkan dari tingkat Kabupaten/Kota hingga menyentuh level Desa/Kelurahan melalui Forum Kemitraan resmi. Forum ini dibentuk untuk mengunci komitmen serta kepedulian bersama yang dievaluasi secara berkala melalui pertemuan koordinasi tiga bulanan.
Selain itu, kegiatan ini berhasil mengamankan dukungan konvergensi anggaran dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) non-kesehatan, Baznas, OMS, serta komitmen alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari BUMN, BUMD, dan sektor swasta untuk tahun 2025 dan 2026.