18 September 2026
Lulusan FEBIS UNBAJA Lolos Seleksi Bekerja di Luar Negeri melalui Program KP2MI
Oleh DM
SERANG � Mahasiswa lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS) Universitas Banten Jaya (UNBAJA) berhasil lolos seleksi untuk bekerja di luar negeri melalui program Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) tahun 2026.
Ketua UNBAJA Migran Center (UMC) �Achmad Rifai� menyampaikan bahwa para calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang lolos seleksi selanjutnya akan mengikuti pelatihan sesuai dengan bidang pekerjaan dan negara tujuan.
Menurutnya, kesempatan bekerja di luar negeri semakin terbuka bagi sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan soft skill. Sejumlah negara seperti Korea Selatan, Jepang, negara-negara Eropa, hingga kawasan Timur Tengah menjadi bagian dari peluang kerja internasional bagi para CPMI.
Para pekerja migran diharapkan tidak hanya berangkat untuk bekerja, tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan, keterampilan, serta pengalaman selama berada di negara penempatan. Setelah kembali ke Indonesia, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan daya saing di tingkat global.
Peluang kerja internasional yang semakin luas juga diikuti dengan kebutuhan terhadap tenaga kerja Indonesia yang kompeten. Namun, masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan pasar kerja dan kompetensi calon pekerja. Karena itu, pelatihan menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan CPMI menghadapi pasar kerja internasional.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan bahasa, keterampilan teknis, dan sertifikasi kompetensi agar lulusan dapat mengisi peluang kerja formal di luar negeri. Selain meningkatkan penempatan, program juga diarahkan agar pekerja migran dapat bekerja secara aman, memperoleh pekerjaan yang layak, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Di tengah berkembangnya peluang kerja internasional, kompetensi menjadi salah satu hal penting yang perlu dipersiapkan oleh generasi muda. Kesiapan tersebut mencakup kemampuan bahasa, keterampilan teknis, dokumen, mental, serta soft skill.
Peluang tersebut juga berkaitan dengan kondisi sejumlah negara yang menghadapi fenomena aging population, yaitu semakin terbatasnya jumlah penduduk usia produktif. Sementara itu, Indonesia sedang berada dalam kondisi bonus demografi.
Keberhasilan bekerja di luar negeri tidak hanya dilihat dari keberangkatan dan penerimaan upah. Pekerja migran juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan, keterampilan, pengalaman, serta memperluas jaringan selama bekerja di negara penempatan.
Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri kemudian dapat dibawa kembali ke Indonesia. Dengan demikian, pekerja migran diharapkan memiliki daya saing global yang lebih kuat dan dalam jangka panjang dapat berkembang dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.