17 September 2026
MUI Provinsi Banten Gelar Saresahan, Fokus Perkuat Ketahanan Keluarga dan Stop Bullying di Sekolah
Oleh GV46
Kota Serang � Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten menggelar acara Saresahan Penguatan Ketahanan Keluarga dan Sekolah Stop Bullying. Kegiatan edukatif ini berlangsung di Aula MUI Provinsi Banten, Kota Serang, pada Rabu (16/09/2026). Acara tersebut diinisiasi sebagai langkah nyata dalam merespons maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah serta pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama pembentukan karakter anak. Mengusung sub-tema "Penguatan ketahanan keluarga dan institusi pendidikan keagamaan yang ramah anak", saresahan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dan tokoh agama yang kompeten di bidangnya.
Dalam sesi pemaparan, para pembicara menekankan bahwa sinergi antara ketahanan keluarga dan lingkungan sekolah yang aman adalah kunci utama untuk memutus rantai bullying. Institusi pendidikan, terutama yang berbasis keagamaan, diharapkan mampu menciptakan atmosfer belajar yang inklusif, penuh kasih sayang, dan ramah terhadap perkembangan psikologis anak.
Ketua Panitia Sarasehan, Dr. Hj. Jahriah, M.Ag, dalam sambutannya, mengatakan kegiatan sarasehan tersebut merupakan program kerja dari komisi PPRK, komisi Infokom, LSBPI dan LKKM MUI Banten. "Melalui kegiatan ini, MUI Provinsi Banten berharap dapat mendorong kesadaran kolektif masyarakat, orang tua, serta para pendidik untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda yang berakhlak mulia dan bebas dari segala bentuk kekerasan." Ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Banten, Dr. H. Endang Saeful Anwar, Lc, MA, mengatakan sarasehan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Pra Musda ke-VI MUI Banten. Musda sendiri digelar setiap 5 tahun sekali untuk memilih pengurus baru. "Rangkaian Pra Musda ke-VI meliputi sarasehan penguatan ketahanan keluarga dan institusi pendidikan ramah anak, sarasehan tokoh agama tentang peran ulama dalam menjaga ukhuwah umat di media digital, istighosah, dan Focus Group Discussion (FGD) Bahtsul Masail." Ujarnya.
Endang menambahkan, kasus kekerasan terhadap anak saat ini sangat mengkhawatirkan. Hampir di setiap kabupaten/kota terjadi bullying.