30 September 2026
Pengusaha Perlu Terus Belajar dan Berinovasi agar Tak Tertinggal
Oleh AA
Menjalankan usaha tidak cukup hanya dengan kemampuan mempertahankan bisnis yang sudah berjalan. Seorang pengusaha juga perlu terus belajar, memperluas jaringan, serta mengikuti perkembangan agar mampu menghadapi perubahan pasar dan persaingan yang semakin dinamis.
Dosen Technopreneurship Universitas Banten Jaya (UNBAJA), Waliadi Gunawan, mengatakan salah satu cara yang dapat dilakukan pelaku usaha untuk mengembangkan diri adalah dengan memperbanyak interaksi dan bertukar pengalaman dengan sesama pengusaha.
Menurutnya, pengusaha sebaiknya memiliki waktu khusus untuk bertemu dan berdiskusi dengan pelaku usaha lainnya, misalnya minimal satu kali dalam sebulan. Dari pertemuan tersebut, pengusaha dapat saling berbagi pengalaman, membicarakan persoalan yang dihadapi, hingga menemukan ide baru untuk mengembangkan bisnis.
"Kalau bisa, pengusaha itu minimal sebulan sekali berkumpul dengan pengusaha lainnya. Kita bisa sharing, bertanya, dan melihat bagaimana orang lain menjalankan usahanya. Dari situ biasanya banyak hal yang bisa kita pelajari," ujar Waliadi.
Namun, kesibukan menjalankan usaha terkadang membuat pelaku UMKM sulit menghadiri pertemuan secara langsung. Dalam kondisi tersebut, menurut Waliadi, perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk tetap belajar.
Pelaku usaha dapat mengikuti webinar, seminar secara daring, membaca buku yang relevan, maupun memanfaatkan berbagai sumber pembelajaran digital yang berkaitan dengan bidang usaha yang dijalankan.
Selain itu, keberadaan komunitas pengusaha juga dapat menjadi ruang untuk bertukar pengalaman. Waliadi menilai komunitas pada dasarnya bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga wadah untuk saling berbagi persoalan dan solusi dalam menjalankan usaha.
Meski demikian, ia menyarankan agar komunitas usaha memiliki bidang yang lebih spesifik. Dengan begitu, pembahasan yang dilakukan menjadi lebih relevan dengan kebutuhan anggotanya.
"Komunitas itu sebenarnya tempat sharing mengenai usaha. Tetapi akan lebih bagus kalau komunitasnya lebih khusus. Misalnya komunitas penjual kopi, komunitas penjual kue, komunitas oleh-oleh, dan sebagainya. Jadi ketika kita bertanya atau sharing, pembahasannya lebih nyambung dengan usaha yang kita jalankan," katanya.
Menurut Waliadi, bertemu dengan sesama pelaku usaha juga dapat membuka wawasan yang mungkin tidak diperoleh hanya dari menjalankan bisnis sehari-hari. Pengusaha dapat mengetahui tren baru, cara menghadapi pelanggan, strategi pemasaran, hingga berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha lain.
Di sisi lain, Waliadi mengingatkan agar pengusaha tidak berhenti melakukan inovasi. Perubahan selera konsumen dan perkembangan teknologi membuat dunia usaha bergerak cepat. Produk atau cara berjualan yang sebelumnya diminati belum tentu tetap relevan dalam beberapa tahun ke depan.
"Pengusaha jangan berhenti berinovasi. Kalau kita berhenti, siap-siap kita akan tenggelam dan tergerus oleh saingan. Karena yang lain terus bergerak, terus belajar, dan terus mencari sesuatu yang baru," ujar Waliadi.
Ia menilai inovasi tidak selalu berarti menciptakan produk yang benar-benar baru. Inovasi dapat dilakukan melalui berbagai hal, mulai dari memperbaiki kualitas produk, menciptakan variasi baru, meningkatkan pelayanan, memperbaiki kemasan, hingga memanfaatkan teknologi untuk menjangkau konsumen.
Karena itu, menurut Waliadi, seorang entrepreneur perlu memiliki kebiasaan untuk terus memperbarui pengetahuan. Belajar tidak harus selalu dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi dapat diperoleh dari pengalaman orang lain, komunitas, seminar, webinar, buku, maupun berbagai sumber informasi yang tersedia secara digital.
Pada akhirnya, kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha. Dengan memperluas jaringan, aktif berbagi pengalaman, serta tidak berhenti berinovasi, pelaku usaha memiliki lebih banyak kesempatan untuk memahami perubahan pasar dan menyesuaikan bisnisnya dengan kebutuhan konsumen.