SDM Jadi Modal Utama Wirausaha di Era Digital, Teknologi Pangkas Kebutuhan Modal

SDM Jadi Modal Utama Wirausaha di Era Digital, Teknologi Pangkas Kebutuhan Modal

Perkembangan teknologi digital membuka peluang yang semakin luas bagi masyarakat untuk memulai usaha dengan modal yang relatif lebih terjangkau. Di tengah kemudahan akses internet dan kepemilikan perangkat digital, sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi salah satu modal paling penting dalam membangun usaha.

Dosen Technopreneurship Universitas Banten Jaya (UNBAJA), Waliadi Gunawan, mengatakan seorang entrepreneur tidak hanya dituntut mampu melihat peluang pasar, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan agar peluang tersebut dapat diubah menjadi sebuah usaha.

Menurut Waliadi, kebutuhan terhadap modal berupa uang dan peralatan dapat diminimalisir dengan memanfaatkan teknologi yang sudah tersedia. Saat ini, sebagian besar masyarakat telah memiliki telepon pintar (smartphone) dan akses internet yang dapat digunakan sebagai sarana untuk belajar sekaligus menjalankan aktivitas kewirausahaan.

"Menurut saya, manusia adalah sumber daya yang utama. Kita bisa belajar dari sekolah, bangku kuliah, bahkan dari media online. Karena rata-rata manusia sekarang sudah memiliki smartphone dan terkoneksi dengan internet, kebutuhan uang dan peralatan bisa diminimalisir," ujar Waliadi.

Ia menjelaskan, yang menjadi tantangan selanjutnya adalah bagaimana seseorang terus memperbarui informasi dan meningkatkan kemampuannya.

Pengetahuan mengenai pemasaran digital, pembuatan konten, komunikasi, hingga pemanfaatan berbagai platform digital dapat menjadi bekal bagi seseorang untuk mulai berwirausaha.

Dengan dukungan teknologi, seseorang tidak selalu harus memiliki toko fisik atau modal besar untuk memulai usaha. Berbagai model bisnis dapat dijalankan dengan memanfaatkan platform digital, mulai dari menjadi affiliate marketer, dropshipper, food vlogger, content creator, hingga berbagai bentuk usaha berbasis internet lainnya.

"Teknologinya sudah ada. Tinggal bagaimana manusianya mau belajar, mau meng-update informasi, kemudian berani berwirausaha melalui teknologi," katanya.

Waliadi menilai, kemampuan tersebut juga menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang entrepreneur. Setelah menemukan peluang, seorang entrepreneur perlu mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan pasar, memanfaatkan sumber daya yang tersedia, mengembangkan usaha, sekaligus mengelola berbagai risiko yang muncul.

Menurutnya, perjalanan bisnis tidak berhenti ketika seseorang berhasil memulai usaha (start-up). Pelaku usaha juga harus mampu mempertahankan bisnisnya (survival) dan kemudian melihat peluang untuk mengembangkannya ke tahap yang lebih luas (ekspansi).

"Jadi bukan hanya bagaimana kita memulai bisnis, tetapi bagaimana kita bisa bertahan dan kemudian berkembang. Kuncinya kembali kepada manusianya, bagaimana dia terus belajar, beradaptasi dengan teknologi, membaca peluang, dan berani mengambil langkah," ujar Waliadi.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi seharusnya tidak hanya dilihat sebagai sarana untuk berkomunikasi atau mencari hiburan, tetapi juga sebagai peluang untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan sumber penghasilan baru.

Dengan demikian, era digital memberikan kesempatan yang semakin terbuka bagi siapa saja untuk memulai kegiatan kewirausahaan. Namun, teknologi hanyalah alat. Kemampuan manusia dalam belajar, beradaptasi, membaca peluang, menciptakan solusi, serta mengelola risiko tetap menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan sebuah usaha.

BAGIKAN ARTIKEL INI

WhatsApp Facebook X