19 September 2026
Second Account Bukan Cuma Buat Curhat, Ternyata Bisa Bantu Jaga Personal Branding
Oleh SA
KOTA SERANG � Punya dua akun media sosial kini bukan hal yang aneh, terutama di kalangan anak muda. Satu akun digunakan untuk membangun citra yang lebih rapi dan profesional, sementara akun lainnya menjadi ruang yang lebih santai untuk berbagi hal-hal pribadi. Inilah yang kemudian dikenal sebagai second account.
Bagi sebagian orang, second account bukan sekadar tempat �bersembunyi� dari akun utama. Akun kedua justru bisa menjadi cara untuk memisahkan kehidupan personal dan citra yang ingin dibangun di ruang publik. Hal ini penting, terutama bagi mereka yang aktif sebagai mahasiswa, profesional, pelaku bisnis, content creator, atau siapa pun yang ingin menjaga personal branding.
Personal branding berkaitan dengan bagaimana seseorang ingin dikenal oleh orang lain. Apa yang diunggah, cara berkomunikasi, foto yang dipilih, hingga komentar di media sosial bisa membentuk persepsi. Karena itu, sebagian orang memilih membuat akun utama dengan konten yang lebih terarah, sementara hal-hal yang lebih spontan dibagikan di akun kedua.
Second account juga bisa menjadi ruang yang terasa lebih nyaman. Pengguna biasanya hanya menerima orang-orang terdekat, sehingga unggahan bisa lebih personal, santai, bahkan tidak terlalu memikirkan estetika. Namun, tetap penting untuk memahami bahwa apa pun yang sudah diunggah di internet tetap berpotensi disebarkan atau dilihat oleh orang di luar lingkaran pertemanan.
Memiliki second account bukan berarti akun utama harus terlihat sempurna. Personal branding yang kuat justru sebaiknya tetap terasa autentik. Bedanya, pengguna bisa lebih selektif dalam menentukan konten mana yang sesuai untuk konsumsi publik dan mana yang cukup dibagikan kepada lingkungan terdekat.
Bagi content creator atau pelaku bisnis, pemisahan akun juga bisa membantu menjaga konsistensi. Akun utama dapat fokus pada pekerjaan, keahlian, bisnis, atau bidang tertentu, sedangkan akun kedua digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, audiens lebih mudah memahami identitas dan karakter akun utama.
Pada akhirnya, second account bisa menjadi salah satu strategi mengelola identitas digital. Bukan untuk menciptakan dua kepribadian berbeda, tetapi untuk menentukan batas antara ruang publik dan ruang pribadi. Yang terpenting, tetap bijak dalam membagikan informasi karena jejak digital tidak selalu mudah dihapus.