14 September 2026
Sesekali Jadi Teman Jalan Lagi, Cara Menjaga Cinta di Tengah Padatnya Pekerjaan
Oleh AA
Ada fase ketika percakapan suami istri lebih sering berisi urusan yang harus dibereskan. Jadwal kerja, kebutuhan rumah, hingga agenda esok hari mengambil banyak tempat. Sementara pertanyaan sederhana seperti �Hari ini kamu merasa bagaimana?� justru semakin jarang terdengar.
Rasa sayang masih ada, tetapi kesempatan untuk menunjukkannya kerap terselip di antara kesibukan. Dalam keseharian seperti ini, meluangkan waktu untuk pergi berdua bisa menjadi kesempatan untuk kembali menikmati kebersamaan sebagai pasangan.
Salah satu pilihannya adalah touring. Menyusuri jalan, berhenti untuk makan, lalu singgah menikmati senja memberi ruang bagi percakapan yang mungkin tertunda di rumah. Ada waktu untuk bertukar cerita, bercanda, atau duduk berdampingan tanpa harus segera menyelesaikan sesuatu.
Menyediakan waktu untuk kembali dekat
Dalam psikologi hubungan, dikenal istilah rituals of connection, yaitu kebiasaan bersama yang sengaja dibangun untuk menjaga kedekatan. The Gottman Institute menjelaskan bahwa kebiasaan ini perlu direncanakan agar dapat menjadi bagian yang diandalkan dalam kehidupan pasangan. Bentuknya bisa sesederhana sarapan bersama atau menyediakan waktu untuk bepergian berdua secara berkala. Sumber: The Gottman Institute
Touring bisa menjadi salah satu bentuknya, selama keduanya menikmati kegiatan tersebut. Memilih tujuan, menentukan tempat singgah, dan menyesuaikan perjalanan memberi kesempatan bagi pasangan untuk terlibat dalam pengalaman yang sama.
Gambaran itu terlihat dalam momen Dr. Lona bersama suami saat menikmati senja di tepi laut. Di sela kesibukan dunia akademik dan pemerintahan, keduanya berbagi waktu dalam perjalanan. Pakaian berkendara dan helm di samping tempat duduk melengkapi suasana
persinggahan yang sederhana.
Momen seperti ini terasa dekat dengan kehidupan banyak pasangan yang sama-sama bekerja. Setelah menjalankan berbagai tanggung jawab, ada kebutuhan untuk kembali hadir bagi satu sama lain.
Perhatian kecil yang membuat pasangan merasa berarti
Kehangatan selama perjalanan bisa muncul dari hal yang tampak sepele. Mengajak pasangan melihat pemandangan, menanyakan apakah ia sudah lelah, atau mendengarkan cerita sepanjang waktu istirahat.
Dalam pendekatan Gottman, upaya untuk mendapatkan perhatian dan kedekatan ini disebut bids for connection. Sementara respons yang menyambutnya disebut turning toward, yakni memberikan perhatian terhadap ajakan pasangan untuk terhubung. Sumber: The Gottman Institute
�Turning towards starts with paying attention to your partner,� tulis terapis Zach Brittle. Artinya, menyambut upaya pasangan untuk terhubung dimulai dengan memberikan perhatian kepadanya. Sumber: The Gottman Institute
Dalam keseharian, bentuknya dapat berupa menyimpan ponsel ketika pasangan mulai bercerita, menanggapi pertanyaannya dengan sungguh-sungguh, atau mengingat sesuatu yang membuatnya senang. Saat bepergian, perhatian tersebut juga berarti bersedia menyesuaikan rencana ketika pasangan membutuhkan istirahat.
Mengisi tabungan emosional
Pengalaman menyenangkan bersama berkaitan dengan istilah emotional bank account atau tabungan emosional. Ini adalah metafora untuk pengalaman positif yang terkumpul melalui perhatian, dukungan, dan respons hangat dalam hubungan. Pengalaman tersebut dapat membantu membangun kepercayaan serta kedekatan. Sumber: The Gottman Institute
Perjalanan berdua menyediakan kesempatan untuk mengisinya. Namun, kehangatan juga perlu dilanjutkan setelah kembali ke rumah: mengucapkan terima kasih, mendengarkan keluhan tanpa terburu-buru menyalahkan, serta menghargai pekerjaan dan waktu istirahat masing-masing.
Liburan tetap memiliki batas.
Persoalan yang belum selesai membutuhkan pembicaraan, kesepakatan, dan tindakan nyata. Waktu berdua dapat membuka ruang percakapan itu, selama keduanya bersedia saling mendengarkan.
Pulang membawa cerita bersama
Tidak semua pasangan menyukai touring. Ada yang lebih menikmati berjalan kaki, mencari tempat makan, atau minum kopi berdua. Pilihan kegiatan dapat disesuaikan dengan kesenangan, waktu, dan kemampuan masing-masing.
Yang perlu mendapat tempat adalah kesempatan untuk saling mengenal kembali. Setelah bertahun-tahun menikah, pasangan tetap bisa memiliki cerita baru, kekhawatiran baru, dan keinginan yang belum sempat disampaikan.
Sesekali, ajaklah pasangan menjadi teman jalan lagi. Pilih tempat yang sama-sama ingin dikunjungi, luangkan waktu untuk berbincang, lalu nikmati perjalanan tanpa terlalu padat menyusun agenda. Barangkali, di sebuah tempat singgah, percakapan yang lama tertunda akhirnya mendapat waktunya.