18 October 2026
Suara Perempuan dalam Sastra : Festival Penyair Perempuan Indonesia 2026 Gelar Peluncuran Buku di Bandung
Oleh GV46
Festival Penyair Perempuan Indonesia (PPI) 2026 sukses menggelar acara sakral bagi pencinta sastra pada Sabtu, (17/10/2026). Bertempat di Aula Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Bandung, acara ini menjadi magnet bagi para sastrawan, akademisi, dan pencinta puisi dari berbagai daerah. Fokus utama dari perhelatan hari itu adalah agenda Peluncuran Buku dan Bincang Karya (Part Empat) yang melahirkan ruang diskusi mendalam mengenai eksistensi kepenyairan perempuan di era modern.
Perhelatan ini menghadirkan sosok inspiratif, Ratna Ayu Budhiarti, seorang penyair kenamaan sekaligus bertindak sebagai Pengurus PPI. Kehadiran Ratna membawa energi luar biasa dalam mengupas tuntas karya teranyar yang diluncurkan. Ruangan Balai Bahasa dipenuhi dengan atmosfer apresiatif saat bait-bait puisi dibacakan, menciptakan jembatan emosional yang kuat antara penulis dan para hadirin yang memadati ruang acara.
Dalam sesi Bincang Karya yang berlangsung interaktif, dibahas bagaimana perempuan menempatkan ruang rasa, kritik sosial, dan spiritualitas ke dalam untaian kata. Ratna Ayu Budhiarti memaparkan proses kreatif di balik penulisan buku ini yang menuntut ketajaman intuisi dan keteguhan bersuara. Buku ini dinilai sebagai kelanjutan penting dari seri bincang karya sebelumnya yang konsisten menyuarakan perspektif unik perempuan.
"Melalui part keempat dari Bincang Karya ini, kami ingin menegaskan bahwa suara perempuan dalam sastra bukan sekadar pemanis, melainkan pilar pacu perubahan pemikiran. Buku ini adalah manifestasi dari kegelisahan, harapan, dan catatan estetis atas realitas yang kita hadapi sehari-hari," ujar Ratna Ayu Budhiarti di sela-sela pemaparan karyanya.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan riuh dari audiens yang mengagumi dedikasinya.
Festival ini juga mendapat apresiasi tinggi dari pihak Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat yang menilai kolaborasi ini sangat strategis bagi pelestarian budaya literasi. Acara tidak hanya diisi dengan diskusi teoretis, tetapi juga menjadi ajang mempererat jejaring antar-komunitas penulis perempuan di Indonesia.
Antusiasme peserta yang hadir menunjukkan bahwa ruang-ruang apresiasi sastra seperti ini masih sangat dinantikan dan dibutuhkan.
Sebagai penutup, acara diakhiri dengan sesi penandatanganan buku oleh Ratna Ayu Budhiarti dan foto bersama seluruh pengurus PPI serta peserta. Festival Penyair Perempuan Indonesia 2026 di Bandung ini berhasil membuktikan bahwa puisi tetap menjadi media yang ampuh untuk merekatkan kebersamaan sekaligus merayakan kekuatan literasi perempuan Nusantara.