18 September 2026
Tinawati Tinjau Lomba Sekolah Sehat di SMAN 1 Ciruas, Tekankan Pentingnya Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman
Oleh DM
SERANG � Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni meninjau sekaligus melakukan penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Provinsi Banten 2026 di SMAN 1 Ciruas, Kabupaten Serang, Kamis (17/9/2026).
Dalam kunjungannya, Tinawati mengajak dewan guru dan para siswa untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, bersih, dan asri. Menurutnya, kondisi lingkungan sekolah yang sehat dapat mendukung siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
�Bagi saya, sekolah sehat adalah kunci untuk menciptakan budaya-budaya baik itu,� ujar Tinawati.
Ia juga mengingatkan orang tua dan masyarakat sekitar untuk ikut mengawasi lingkungan anak-anak guna mencegah tindakan yang dapat merugikan mereka, termasuk perundungan di lingkungan sekolah.
Tinawati mengajak para siswa untuk saling membantu dan tidak ragu melaporkan tindakan perundungan kepada guru maupun kepala sekolah agar dapat segera ditangani.
�Kepada adik-adik siswa, tolong kita saling bantu. Biasanya kalau sesama teman itu saling terbuka, mau cerita. Terus kalau melihat ada perundungan segera laporkan ke guru atau kepala sekolah supaya bisa langsung ditangani,� jelasnya.
Tinawati menekankan, penerapan sekolah sehat tidak seharusnya hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan perlombaan. Menurutnya, budaya sekolah sehat perlu diterapkan secara berkelanjutan agar menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari warga sekolah.
�Kalau itu sudah diwujudkan maka insya Allah cita-cita untuk mewujudkan generasi emas bisa tercapai,� pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tinawati bersama rombongan juga meninjau asrama siswa asal Papua yang mengikuti program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). Program tersebut ditujukan bagi siswa dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) untuk memperoleh pendidikan lanjutan yang bermutu.
Pada tahun 2026, SMAN 1 Ciruas menerima 14 siswa asal Papua melalui program ADEM.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 1 Ciruas Mulyadi mengatakan pihaknya berkomitmen menerapkan pola pendidikan yang sehat, aman, nyaman, dan asri secara berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah sekolah dalam mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang unggul.
Salah satu fokusnya adalah penerapan Trias Unit Kesehatan Sekolah (UKS), yang mencakup pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, serta pembinaan lingkungan sehat.
�Ada tiga hal yang menjadi fokus kita, yakni pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sehat,� kata Mulyadi.
Dalam aspek pendidikan kesehatan, sekolah memberikan edukasi melalui kegiatan ekstrakurikuler dan sosialisasi yang bekerja sama dengan Puskesmas serta pihak terkait lainnya. Materi kesehatan juga diberikan untuk membekali siswa dalam menjaga kesehatan sejak masa pra-nikah hingga kehidupan berkeluarga, termasuk pemenuhan asupan gizi.
�Karena untuk menciptakan SDM yang unggul itu harus dimulai dari kesehatan,� ujarnya.
Untuk pelayanan kesehatan, SMAN 1 Ciruas mengoptimalkan fungsi UKS dan menyediakan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) standar di setiap kelas.
Sementara dalam pembinaan lingkungan sehat, pihak sekolah mendorong seluruh guru dan siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Sebagian sampah juga diolah kembali, sementara kegiatan kebersihan bersama dilaksanakan secara rutin setiap Jumat.
�Sampah-sampah itu juga sebagian kita olah, dan setiap hari Jumat kita juga melakukan bersih-bersih bersama,� jelas Mulyadi.