15 October 2026
Wamenperin Faisol Riza Hadiri Peresmian Pabrik Popok Berteknologi Tinggi di Tangerang, Perkuat Industri Manufaktur Nasional
Oleh AA
Industri manufaktur nasional kembali menunjukkan perkembangan positif melalui peresmian pabrik popok modern milik PT Multi Nice Paper Indonesia (MNPI) di Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026). Peresmian tersebut dihadiri Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza, bersama jajaran pimpinan perusahaan, mitra industri, serta sejumlah tamu undangan.
Kehadiran fasilitas manufaktur tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas produksi nasional, khususnya pada sektor produk kebersihan dan perawatan pribadi (hygiene and personal care). Pengembangan pabrik ini sekaligus mencerminkan langkah dunia usaha dalam meningkatkan investasi, mengadopsi teknologi manufaktur modern, dan memperluas peluang produksi dalam negeri.
Dalam rangkaian acara bertajuk “Diaper Factory Opening Ceremony”, Faisol Riza turut mengikuti prosesi peresmian secara simbolis bersama perwakilan perusahaan. Kegiatan tersebut menjadi penanda babak baru pengembangan industri produk kebersihan melalui kolaborasi investasi, teknologi, dan penguatan ekosistem manufaktur nasional.
PT Multi Nice Paper Indonesia merupakan perusahaan patungan antara PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) dan Fujian Nice Paper Co., Ltd. Kerja sama tersebut diarahkan untuk membangun fasilitas produksi berteknologi tinggi yang tidak hanya melayani kebutuhan pasar domestik, tetapi juga berpeluang memperluas jangkauan bisnis ke pasar regional.
Berdasarkan informasi perusahaan, fasilitas MNPI didukung teknologi 5-Layer SAP dengan kecepatan produksi hingga 800 popok per menit. Perusahaan juga menargetkan pengembangan hingga 10 lini produksi dengan potensi kapasitas mencapai 1,7 miliar popok setiap tahun.
Kapasitas tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi manufaktur, menjaga konsistensi mutu produk, serta memperkuat daya saing industri perawatan bayi di Indonesia.
Komitmen Pemerintah terhadap Penguatan Industri Nasional
Kehadiran Faisol Riza dalam peresmian ini memiliki relevansi dengan upaya pemerintah memperkuat struktur industri manufaktur Indonesia melalui peningkatan produksi domestik, pengembangan teknologi, dan keterhubungan rantai pasok.
Dalam pernyataan sebelumnya mengenai penguatan industri manufaktur, Faisol menekankan pentingnya membangun ekosistem industri yang terintegrasi agar ekspansi kapasitas produksi dapat memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
“Penguatan produksi domestik perlu berjalan seiring dengan pengembangan ekosistem industri yang lebih luas,” ujar Faisol dalam pernyataan yang dipublikasikan pada September 2026 terkait penguatan industri elektronika nasional.
Faisol juga menyoroti pentingnya keterhubungan rantai pasok, pemanfaatan komponen dalam negeri, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguasaan teknologi dan inovasi sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing industri.
Pandangan tersebut menjadi relevan bagi pengembangan pabrik MNPI yang mengandalkan teknologi manufaktur modern sekaligus membuka peluang peningkatan nilai tambah melalui aktivitas produksi di Indonesia.
Transformasi Bisnis dan Peluang Pasar
Peresmian pabrik MNPI sekaligus menandai langkah strategis PT Multi Medika Internasional Tbk dalam memperluas model bisnisnya, dari perusahaan yang berfokus pada distribusi menuju pengembangan manufaktur produk personal care secara terintegrasi.
Direktur Utama PT Multi Medika Internasional Tbk, Mengky Mangarek, sebelumnya menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian penting dari transformasi bisnis jangka panjang perusahaan.
“Ini bukan sekadar membuka pabrik, tetapi langkah besar transformasi MMIX dari perusahaan distribusi menjadi produsen personal care,” ungkap Mengky melalui publikasi resmi perusahaan menjelang peresmian.
Fasilitas MNPI sebenarnya telah memasuki tahap operasional awal sejak pelaksanaan soft opening pada 29 Juni 2026. Pada tahap tersebut, perusahaan mulai menerima pesanan jasa manufaktur atau original equipment manufacturer (OEM) dari sejumlah pelaku usaha dalam negeri.
Selain memproduksi popok bayi, perusahaan juga mempersiapkan pengembangan kategori produk kebersihan lainnya, termasuk popok dewasa dan pembalut wanita. Diversifikasi tersebut diharapkan mampu memperluas segmen pasar sekaligus meningkatkan pemanfaatan kapasitas produksi.
Bagi sektor industri nasional, pengembangan fasilitas manufaktur seperti MNPI memiliki arti strategis karena berpotensi memperluas kesempatan kerja, mendorong transfer teknologi, memperkuat jaringan pemasok, dan mengurangi ketergantungan terhadap produk jadi impor apabila didukung penguatan rantai pasok domestik.
Investasi manufaktur juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi wilayah sekitar melalui tumbuhnya aktivitas logistik, distribusi, penyediaan bahan baku, dan berbagai sektor pendukung industri.
Peresmian pabrik MNPI menjadi salah satu gambaran transformasi industri Indonesia menuju sistem produksi yang semakin modern, efisien, dan berorientasi pada peningkatan nilai tambah.
Dengan dukungan iklim investasi yang kondusif, penguasaan teknologi, serta kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, pengembangan industri produk kebersihan diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai basis manufaktur yang kompetitif di kawasan.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa penguatan industri nasional tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi, tetapi juga kemampuan membangun ekosistem produksi yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian Indonesia.